Perjalanan ke Sumbar #2 Harau Payahkumbuh

Masih di hari yang sama, Kamis 24 Desember 2015, setelah tidur siang di Pilubang Resort, Perjalanan di Lanjutkan, tujuan berikutnya adalah lembah harau. Cuma si Ganteng Aqeel demam, mungkin karena efek durian tadi pagi. Ya..... setelah makan siang, cari obat demam buat aqeel, lanjut langsung ke Harau.
Begitu mulai menyusuri jalan ke harau, di suguhi pemandangan hamparan sawah, menghijau.


















Masuk gerbang masuk, mesti bayar Rp. 5.000,- per orang, padahal di plank nya tertulis, jika libur bayar Rp. 10.000,- mungkin hari ini mereka tidak tahu jika hari kamis itu libur.
Lepas dari gerbang, disuguhi tebing-tebing batu indah ciptaan Alloh, berharap ini menjadi belakang rumahku.




























Ingin rasanya ikut mandi disana, tapi terlalu ramai, tidak akan terasa nyaman.

Akhirnya alternatifnya adalah ikut naik sampai, awalnya pengen ngajak aqeel naik, tapi karena badannya kurang sehat, jadinya Cuma ukhti yang di ajak, Ika dayung bagian depan, dan metta di tengah sama ukhti, nyaris nyemplung tentunya, karena terakhir naik sampan Cuma di Bagan Siapi-api hampir 10 tahun yang lalu. Dan saat itu berat badan juga selisih 15 Kg dari sekarang. Tapi akhirnya tidak ada masalah. 



Perjalanan ke Sumbar #1 Pilubang Resort Payahkumbuh

Kamis, 24 Desember 2015, Perjalanan Ke Sumbar dimulai dengan bangun lebih awal, jam 03.00 sudah bangun, mempersiapkan yang perlu disiapkan dan semua itu dilakukan oleh istri tercinta.
Menjemput yang ingin di jemput di Jalan Paus, ternyata sebelum jam 4 pagi, Pekanbaru sudah mulai ramai, setelah semua yang ikut masuk mobil, saatnya berangkat menuju Sumatera Barat, dengan Rencana awalnya adalah, menginap di Pilubang Resort Payahkumbuh pada Kamis Malam, Jalan-Jalan ke Bukit Tinggi di Siang jum’at, menginap di Bukit Tinggi Jum’at malam, Pagi sabtu ke Padang dan malam minguan di Pilubang Resort Payahkumbuh, Rencananya Memang seperti itu.
Tapi tidak pada kenyataanya, yang pertama membuat rencana nyaman itu tidak pada tempatnya adalah karena harus sarapan pagi dengan Durian di Pangkalan, padahal perut baru terisi oleh beberapa suap mie goreng buatan Bu Ika, akhirnya, perjalanan dari Pangkalan ke Payahkumbuh dihiasi dengan parfum mobil aroma gas 3 Kg. Entah siapa pelaku yang membuang gas tanpa permisi, yang jelas semua kebagian makan durian. Dan korban berikutnya Bu Ika, yang harus mabuk dengan perjalanannya, pasti tidak nyaman.
Sekitar jam 10 an sudah sampai di Payahkumbuh, langsung cari lokasi Pilubang Resort, yang menurut penunjuk arah, hanya 3 Km dari jalan Lintas.
Ternyata penunjuk arah salah ngukur jarak, jarak sebenarnya sesuai dengan penunjuk arah yang ada di jalan adalah 8 Km, (5 Km Jalan bagus beraspal, dan 3 Km jalan rusak berlubang).
Begitu sampai, rasanya tempat ini seperti tidak terurus, plank penunjuk arahnya rusak, sehingga kami harus banyak bertanya, kaca aulanya rusak, tapi untuk bagian dalam Resort bersih dan rapi.

Jalan masuk, masih jalan tanah.




















Air Terjun 




















Kolam di bawah air terjun



















Salah satu Resort


















Bagian dalam Resort.









































Airnya dingin, tidak perlu AC, yang di butuhkan Cuma air hangat buat mandi.
Untuk tarif, hampir sama seperti tarif hotel pada umumnya, yang membedakannya adalah begitu kita keluar dari kamar, kaki kita bisa langsung menyentuh rumput-rumput hijau, atau bisa juga mengulang permainan waktu kecil dahulu.

Rekomendasi lah buat Pilubang Resort, semoga bisa liburan lagi dan menginap disini, trus dapat diskon. Istirahat sejenak, setelah perjalan melelahkan Pekanbaru – Payahkumbuh.


Membuat pupuk cair DIY


Dalam berhidroponik, tentu tidak lepas dari yang namanya pupuk cair, karena medianya adalah air, kalau di media padat kita bisa menggunakan pupuk kandang atau pupuk kompos, di Hidroponik tidak akan bisa di terapkan karana Hidroponik menggunakan media cair, bukan padat
Kalo semua serba DIY, pasti nya harga bisa di tekan, nah saya berusaha untuk berbagi pengalaman dalam soal pupuk cairnya.
Di awal saya menggunakan larutan A dan B yang tinggal beli saja di toko pertanian, tapi kendala saya, sebelum di larutkan, A dan B ini adalah padat, jadi tidak selalu cair, masih ada butir-butir kecil yang idak larut, meski sudah lama mengaduknya  dan lagi larutan A dan B yang kita diamkan saat kita tidak menggunakan, akan mengendap di bawah, dan tidak  tercampur dengan air.
Disini saya coba sharing cara membuat pupuk cair selain dari larutan A dan B
Bahan-bahan yang diperlukan :
Air Bersih 1 liter















Kangkung 1 Ikat kurang lebih 300 Gram















Gula pasir  300 gram















Yang pertama di lakukan adalah melarutkan air dengan gula, sampai gula benar-benar terlarut sempurna.
Selanjutkan Kangkung di Rajang Halus, kemudian di campur di dalam ember dengan larutan gula tadi,















kemudian tutup dengan kain. Kain dalam hal ini di maksud agar tidak ada kotoran atau binatang yang masuk kedalam ember, tapi gas hasil permentasinya tetap keluar. Jadi ember tidak akan rusak/ pecah.
Setelah itu, ember yang sudah berisi tadi, di simpan di tempat yang benar-benar gelap dan jauh dari cahaya.
















2 Minggu kemudian, kangkung dan gula sudah berpermentasi, sari dari kangkung sudah tercampur sempurna dengan larutan gula, kemudian pisahkan ampas kangkung, ampas kangkung bisa di gunakan sebagai pupuk organic untuk tanaman kita yang bermedia tanah.




















Untuk aplikasinya, cukup campurkan kurang lebih  10 mm larutan tadi dengan 10 liter air, jadi hasil yang tadi, dari 1 liter air bisa jadi 100 kali penggunaan untuk 10 liter air.

Perkiraan harganya, 1 Ikat kanggung Rp. 5000,- dan 300 gram Rp. 4000,- jadi ga sampai modal Rp. 10.000,-. Murah kan?

Larangan Memotong Rambut dan Kuku Bila Berkurban

















Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم diriwayatkan oleh al Jamaah kecuali Al Bukhari yaitu dari Ummu Salamah radhiyallahu'anha,

"Jika kalian telah menyaksikan hilal Dzul Hijah (maksudnya telah memasuki satu Dzulhijah, pen) dan kalian ingin  berqurban, maka hendaklah shohibul qurban membiarkan (artinya tidak memotong) rambut dan kukunya."

Dalam lafazh lainnya,
"Siapa saja yang ingin berqurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijah (1 Dzulhijah), maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berqurban."

Maka hadits ini menunjukkan terlarangnya memotong rambut dan kuku bagi orang yang ingin berqurban setelah memasuki 10 hari awal bulan Dzulhijah (mulai dari tanggal 1 Dzulhijah, pen).

Hadits pertama menunjukkan perintah untuk tidak memotong (rambut dan kuku). Asal perintah di sini menunjukkan wajibnya hal ini.Sedangkan riwayat kedua adalah larangan memotong (rambut dan kuku). Asal larangan di sini menunjukkan terlarangnya hal ini, yaitu terlarang memotong (rambut dan kuku). Secara jelas pula, hadits ini khusus bagi orang yang ingin berqurban. Adapun anggota keluarga yang diikutkan dalam pahala qurban, baik sudah dewasa atau belum, maka mereka tidak terlarang memotong bulu, rambut dan kuku. Meraka (selain yang berniat qurban) dihukumi  sebagaimana hukum asal yaitu boleh memotong rambut dan kulit.

Www.Rumaysho.com

HIDROPONIK SEDERHANA, Menanam Tanpa Menyiram

Senang rasanya bisa konsumsi sayuran dari kebun sendiri, tapi dengan lahan terbatas yang ada di rumah, dan lahan depan rumah yang sudah dicor, rasanya susah untuk bercocok tanam. 
untungnya, lewat teman-teman yang hobby berbagi ilmunya, akhirnya kenal dengan Hidroponik, bercocok tanam di lahan sempit, tanpa menggunakan media tanah, jadi cukup dengan air dan sedikit nutrisi. 
Dimulai dengan menyiapkan bahan-bahannya yaitu 
1. Cup Es Krim/ sejenisnya
2. Kain Flanel di potong lebar 1 cm sepanjang kurang lebih 20 cm
3. Ember cat, sebagai wadah air dan nutrisi
4. pasirmalang untuk dudukan akar tanaman

yang pertama di lakukan adalah melubangi cup es krim


















kemudian pasang kain flanel yang sudah di potong tersebut ke cup es krim


















masukkan pasir malang ke cup es krim 


















kemudian taburkan benih pada cup es krim, dan letakkan pada ember tempat nutrisinya


















setelah 3 sampai 4 hari, bibit akan menampakkan kecambahnya


















dan kurang lebih 10 hari, akan terlihat seperti ini. 


















dan setelah 1 bulan, sayurannya sudah siap panen 


















akar yang berada di dalam ember


















Semoga ini bisa jadi manfaat...
sebagai catatan, untuk nutrisinya, saya hanya menggunakan Gandasil D (pupuk daun) dan NPK, untuk 1 ember cat 1 galon, saya menggunakan NPK kurang lebih 1 sendok kecil dan Gandasil D, 1/2 sendok kecil.