Jangan Panggil Aku Salaf















Jangan panggil salaf, karena aku bercelana cingkrang,
Jangan panggil aku salaf, karena aku mencukur kumisku dan memanjangkan jenggot yang tidak seberapa ini.
Teman, jangan panggil aku salaf...
Masih terlalu jauh aku dari mereka, makan dan minum ku saja kadang sambil berdiri, bahkan berjalan. Sholatku pun masih sering tinggal,
Teman, salaf adalah orang yang mendahulukan ucapan Allah dan Rasul daripada ucapan selain keduanya,
Salaf adalah orang Menghidupkan sunnah Rasulullah baik dalam ibadah mereka akhlak mereka dan dalam semua sendi kehidupan,
Salaf adalah orang-orang mengikuti jalan Rasulullah dan jalan para sahabat yg menyandarkan pada Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman salafus shalih yaitu pemahaman generasi pertama umat ini dari kalangan shahabat tabi’in dan generasi setelah mereka,
Salaf adalah mereka yang Mereka kembalikan segala bentuk perselisihan yg terjadi di kalangan mereka kepada Al Qur’an dan As Sunnah dan siap menerima apa-apa yg telah diputuskan oleh Allah dan Rasulullah
Salaf adalah orang-orang yg sangat jauh dari sifat fanatisme golongan. Dan mereka tdk fanatisme kecuali kepada Kalamullah dan Sunnah Rasulullah.
Salaf adalah orang-orang yang menyeru segenap kaum muslimin agar bepegang dengan sunnah Rasulullah dan sunnah para shahabatnya.
Salaf adalah orang-oang yg memikul amanat amar ma’ruf dan nahi munkar sesuai dgn apa yg dimaukan Allah dan Rasul-Nya. Dan mereka mengingkari segala jalan bid’ah dan kelompok-kelompok yg akan mencabik-cabik barisan kaum muslimin.


Teman, jika engkau ingin menuduh seseorang, pahamilah dahulu. Jangan hanya mengikut tanpa ilmu. 

Perjalanan ke Sumbar #7 Akhirnya....

Yah... berakhir juga, saatnya pulang. Berangkat dari Payahkumbuh jam 4 sore, sampai di Pekanbaru jam 10an, lama memang, karena di Jl. Lintas Rimbo Panjang Macetnya ga ketulungan, hampir sama macetnya waktu pulang dari Padang ke Bukit Tinggi, Cuma kali ini agak mendingan, karena jalannya tidak mendaki, jadi tidak akan capek karena harus konsentrasi soal pengereman.
Buat yang masuk pengen liburan, ke Sumbar, banyak yang perlu di pertimbangkan kalau berangkatnya pas musim libur, karena macetnya ampun... bikin lelah dan emosi. Kalau mau ke padang dari bukit tinggi atau sebaliknya, lebih baik jangan lewat Padang Panjang, pasti macet, lewat alternatif lain, Mungkin bisa lewat Sicincin, jaraknya memang agak jauh, tapi kalau macet di Padang panjang, waktu tempuh nya pasti lebih cepat.
Jangan pernah buang sampai sembarangan, karena rata-rata tempat-tempat yang kami kunjungi, sampah berserakan dimana-mana, trus, jangan coba-coba sarapan pagi dengan durian, biasa berbahaya bagi perut. Bisa-bisa bau gas nya ga hilang-hilang, karena biasanya yang buang gas gantian.
Siapkan minum lebih banyak, karena kita duduk lama di kendaraan.

Semoga liburan berikutnya Alloh melapangkan Rezki dan melapangkan waktu.. biar bisa liburan lagi. 

Perjalanan ke Sumbar #6 Kapalo Banda – Payahkumbuh

Minggu, 27 Desember 2015. Hari ini akhir dari perjalanan di Sumbar, tapi sebelum pulang, mampir dulu Kapalo Banda





Kapalo Banda Taram-merupakan salah satu wisata alam dengan pemandangan yang hijau serta segarnya air yang ada di objek wisata ini. Kapalo banda taram sendiri, dulunya hanya merupakan saluran irigasi, tetapi kini setelah adanya sedikit pembangunan, akhirnya menjadi objek wisata yang mampu menyedot wisatawan dengan tampilan panorama alam yang menakjubkan.
Lokasi dan Transportasi Kapalo Banda Taram terletak di Kenagarian Taram, Kecamatan Harau, Payakumbuh, Sumatera Barat. Jarak dari jalan lintas payahkumbuh adalah sekitar 15 Km, tapi karena jalan masuknya sama dengan tempat menginap kami, Pilubang Resort, Cuma nambah perjalanan sekitar 7 Km lagi. Tidak terlalu jauh. Walau cuaca gerimis, perjalanan tetap di lanjutkan. Karena di dalam mobil, jadi tidak terasa hujannya.

Begitu sampai, sudah ramai orang disana, padahal perkiraannya tidak terlalu banyak orang karena cuaca kurang mendukung.

























Sampai di lokasi, langsung sewa rakit. Untuk 1 rakitnya berisi maksimal 3 orang dewasa, boleh di tambah anak-anak, jadi saya 1 keluarga 1 rakit, sementara metta, ika dan Pak Jumiran 1 rakit sendiri, di rakit sebelahnya mereka berdua bisa mendayang 2 orang, sementara ditempatku, Cuma sendiri, karena sang istri harus memegangi si Aqeel yang agak takut-takut sama air. 

Lelah memang... tapi, main rakit sambil menikmati pemandangan, rasanya lelah itu hilang, walau sambil berhujan-hujanan bahkan sampai si aqeel menggigil, tapi tetap asik. 

Perjalanan ke Sumbar #5 Pantai Pasir Jambak – Padang

sabtu, 26 Desember 2015. Pantai tujuannya. Setelah salah tujuan ke Pantai Padang, yang menurutku biasa-biasa saja, karena banyak sampah, dan pantainya juga agak curam. Akhirnya sampai lah ke Pantai Pasir Jambak. Sebenarnya, kalau dari Bukit Tinggi, kami bisa langsung ke sini, tanpa harus masuk ke Kota Padang.
Ombak yang cukup tinggi, membuat agak-agak takut ke tengah, karena di pekanbaru tidak ada pengalaman berenang, jadi cukup sampai setinggi pinggang saja.































Pantai ini di lengkapi dengan pondok-pondok yang di sewa Rp. 15.000,- membuat berfikir bagaimana kalau menginapnya disini saja, karena Cuma segitu...

Rasanya pengen sampai sore disini, pengen lihat sunset. Tapi untuk mengunggu masih butuh beberapa jam lagi. 

Perjalanan ke Sumbar #4 Lawang Park

Setelah Puas di Ambun Tanai, perjalanan di Lanjutkan, niatnya ke Puncak Lawang, ingin melihat View Pohon-pohon Pinus, tapi di lihat dari jauh saja parkir mobil disana sampai ke bawah. Pasti ramai, jadinya rencana di alihkan ke Lawang Park, bukan taman Lawang yang di Jakarta ya.... walaupun bahasa indonesianya sama, tapi jauh berbada, dari lokasi juga apa yang ada disana.





Dari Lawang Park, Pemandangan Danau Maninjau benar-benar penuh, semua terlihat, nyaris menjadi tempat yang sempurna untuk melihat keindahan danau maninjau, selain ada tempat penginapannya, tempat pertemuan, dan fasilitas lain yang hampir bisa disamakan dengan hotel.





















Cuma yang agak terlihat kurang nyaman hanya pagar pembatasnya. Agak membahayakan untuk yang suka foto-foto, bisa-bisa terpeleset dan sampai ke bawah. Tapi terlepas dari itu, memang tempat yang sempurna.

Selepas dari sini, perjalanan di lanjutkan ke Padang... Pantai.... rasanya jalan-jalan ke Sumbar tanpa ke Pantai jadi kurang lengkap.